Tampilkan postingan dengan label sains lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains lingkungan. Tampilkan semua postingan

Ayo Anak Didikku Kita Hemat Air!

Beberapa hari ini  saya sering browsing, tentang kondisi alam di Indoensia khususnya di Pati yang menurut data yang ada ada beberapa daerah yang mengalami kekeringan, dan setelah saya membaca salah satu dari internet, ternyata salah satu yang termasuk adalah wilayah kecamatan Gabus walau mungkin itu di kelurahan tertentu, Dan  Ahlamdulillah di Sekolah dan tempat saya tinggali sampai saat posting ini air sumur masih dirasa cukup, walau dua hari yang lalu air di sumur saya sudah harus di keruk untuk mendapatkan sumber air yang lebih banyak lagi.

Tanda-tanda kekeringan juga terlihat di sekitar sekolah  bagaimana tanah-tanah sudah merekah, begitu juga ketika berkeliling melihat bagaimana kondisi lahan pertanian yang tidak bisa tanam di titik-titik tertentu. Dan ketika berdikusi dengan teman MGMP IPA  kemarin juga mendengar cerita dari teman di daerah minus air yang sudah harus membeli air untuk keperluan rumah tangga, 

Dengan melihat hal ini kita sebagai warga pati khususnya pihak sekolah sebagai salah satu media pendidikan lingkungan juga harus peduli dan tanggap, untuk ikut mempromosikan bagaimana  cara menghemat air, bagaimana mengeloloa air sehingga tidak membuang sia-sia hanya untuk cuci motor dengan air bersih misalnya, , dan juga memberikan penyadaran dengan selalu mengingat saudara-saudara di daerah yang minus air. dan hal ini juga di sudah digalalkan oleh Pemkab Pati  dengan saran dan tipnya yang bisa di baca  di sini .
Foto Pembelajaran lingkungan di sekolah 
Dengan kondisi alam seperti ini memang tidak bisa kita mengelaknya, Namun kita sebagai warga harus mencoba mencari solusi pemecahannya. Dan dengan melihat ini beberapa minggu ini di sekolah SMP N 1 Gabus yang di motori oleh bagian kesiswaan dan kebersihan  selaku penanggung jawabnya  sudah mengalakkan menyiram tanaman-tanaman yang sudah mulai kehausan secara bergiliran yang dilakukan pada setiap pagi, dan  selalu melakukan jum'at bersih di setiap hari jumat.walau ada beberapa yang memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi misalnya pohon rambutan yang memang di pati selatan kurang familiar karena tanahnya berkapur tidak mampu bertahan selain karena panasnya cukup menyengat sehingga penguapan air cukup banyak.  

Selain  itu guru-guru SMPN 1 Gabus juga giat berkampanye kepada siswa untuk menghemat air, dan memberikan pembelajaran yang terintegrasi walau kadang bersifat spontanitas, khusunya IPA memang ada materinya. kepada peserta didiknya salah satunya adaalh dengan media blog ini yangdiharapkan di baca oleh anak didik kami, dan sekolah berharap juga agar siswa dapat mengkampanyekan kepada keluarga dan sanak saudara di rumahnya masing-masing. Dengan penghematan air ini semoga kita di SMP N 1 Gabus masih mampu bertahan untuk ke depannya sampai musim hujan tiba sehingga tidak harus membeli air lagi.

Kita sebagai seorang guru juga berharap lembaga yang peduli lingkungan untuk datang juga ke sekolah memberikan kampanye-kampanye dan cara-cara menanggulangi kekeringan atau cara mengatasi kekeringan tersebut, sehingga dengan ini diharapkan sinergi sekolah dan lembaga terkait selain sebagai media belajar Anak di sekolah.
Kegiatan  Doa Bersama di SMP N 1 Gabus
Sebagai penutup tentunya kita sebagai manusia juga harus berintropeksi diri dengan kekurangan kita, selau lmemohon ampun atas dosa-dosa kita,  selalu mengingat akan kuasa Sang pencipta alam raya ini  yaitu Allah yang maha besar dengan mensyukuri nikmatnya, sehingga kita selalu berdoa dan diringi dengan ihtiar sungguh-sungguh agar dicauhkan dari segala  macam bencana.

 Baca juga Artikel saya yang dimuat di republika pendidikan  lingkungan di sini

Pendidikan lingkungan Sejak Dini..


(Artikel saya ini pernah di muat di harian Republika.)

Musibah bertubi-tubi melanda negeri ini mulai dai gempa bum, tsunami, gunung meletus, puting beliung, tanah longsor, dan terakhir-terakhir ini dimusim penghujuan ada daerah-daerah yang menjadi langganan bencana banjir. atau bencana yang lebih besar lagi bagi dunia yaitu adanya pemanasan global yang luar biasa dampaknya bagi bumi kita.

Bencana-bencana di atas tentunya secara langsung atau tidak langsung akan membawa dampak terhadap dunia pendidikan kita. Karena dengan adanya bencana yang melanda tersebut maka banyak yang menjadi korban pendidikan, mulai dari fasilitas pendidikan dengan rusaknya bangunan sekolah, rusaknya transportasi menuju sekolah atau terendamnya sarana sekolah lain karena banjir.

Belum lagi dampak psikologis yang dialami oleh anak akibat bencana tersebut. Tentunya kita masih teringat di tayangan televisi bencana tsunami di Aceh atau gempa bumi 27 mei yang melanda di Jogjakarta bagaimana anak – anak menangis karena kehilangan saudara-saudaranya.

Bencana-bencana ini tentunya tidak lepas hanya sekedar dari peristiwa alam biasa tentunya ada faktor kesalahan manusia baik itu secara fiisik atau hubungannya dengan perusakan alam atau secara non fisik akibat dari banyaknya kesalahan-kelasalahan yang diakibatkan dari tingkah laku manusia sehingga sang pencipta memberikan peringatan atau hukuman-Nya
Dengan melihat latar belakang di atas tentunya kita melihat sangat perlunya pendidikan yang berwawasan lingkungan sejak dini untuk mempersiapkan anak-anak kita yang siap mencegah dan menhadapi bencana lingkungan.

Pendidikan linkungan ini tentunya secara tidak langsung sudah terdapat di dalam kurikulum atau materi di sekolah dasar salah satunya dalam bidang studi IPA. Namun dalam pelaksanaannya masih dirasa kurang karena permasalahan bencana tidak semata-mata hanya karena proses alam saja. Namun juga diakibatkan dari pengaruh akhlak dari anak-anak bangsa, sehingga memang sangat diperlukan keterpaduan dalam pendidikan lingkungan ini. Sehinngga pendidikan lingkungan bisa diintergrasikan masuk juga dalam pelajaran yang lain misalnya IPS, Agama, B, Indonesia,B, Jawa bahkan Matematika.

Sehingga dari sini penting diperlukan adanya pembelajaran tematik tentang tema lingkungan di kelas. Walaupun sekarang sudah dikenalkan metode pembelajaran ini namun kita mengamati masih banyak dilakukan pada kelas-kelas kecil. Karena di kelas atas ada guru bidang studi, hal ini kadang sebagian guru kita terjebak dalam dikotomi pendidikan. Sehinga ketika kita berbicara IPA maka ada maka kita hanya berbicara IPA kita tidak membicarakan masalah agama, sosial atau bahasa.

Pembelajaran tematik yang berhubugan dengan lingkungan ini agar lebih menarik bisa di wujudkan dengan field trip misalnya. Field trip ini bisa dalam bentuk pengenalan lingkungan sekitar misalnya pergi ke sawah. Di sawah anak bisa mempelajari semua pelajaran yang ada. Misalnya untuk memepelajari IPA bisa dikenalkan dengan cara perkembangbiakkan tanaman, pelajaran matematika misalnya simetri lipat pada daun, pelajaran bahasa jawa misalnya berlatih berbicara dengan bahasa jawa dengan pak tani, pelajaran agama dihubungkan dengan kebesaran penciptaan Tuhan, pelajaran bahasa indonesia dengan pelajaran menulis puisi, pelajaran KTK misalnya menggambar pemandangan, pelajaran olahraga misalnya adanya game – game dengan lumpur di sawah.

Dengan adanya pembelajaran ini mungkin lebih membawa makna tersendiri bagi anak karena anak praktek langsung, selain mengurangi rutinitas pembelajaran di kelas. Walaupun tentunya membawa kosekwensi bagi guru karena harus bekerja ekstra dengan pengawasan anak diluar kelas.

Model pembelajaran lingkungan ini tidak hanya dengan model seperti di atas. Ada sekolah dengan media terbatas dapat melakukan dengan pemuataran film atau CD tentang lingkungan, membuat kliping bencana alam, mendaur ulang limbah rumah tangga, membuat taman, mempraktekan simulasi gempa, yang hal ini sering dilakukan oleh negara maju seperti Jepang yang sering terjadi bencana gempa.

Untuk mengenalkan anak terhadap teknologi lingkungan anak-anak membuat model alat yang berhubungan dengan penangan bencana misalnya alarm banjir atau alarm gempa. Bisa juga dengan berkunjung ke suatu tempat pengolahan limbah industri, atau pendaurulangan sampah rumah tangga.
Bekerja sama dengan LSM yang berkecimpung dengan lingkungan atau stake holder yang peduli terhadap lingkungan untuk datang ke sekolah memberikan pelatihan juga menjadi alternatif bagi sekolah yang tidak memiliki dana atau kemampuan yang cukup untuk memberikan hal-hal seperti di atas. Sehingga dengan cara ini tidak menjadi sesuatu yang memberatkan bagi sekolah.

Pembelajaran seperti di atas sudah diterapkan oleh beberapa sekolah yang memang di sekolahnya memiliki kurikulum pendidikan berwawasan lingkungan atau adanya guru-guru yang peduli terhadap lingkungan. Namun dirasa akan lebih membawa dampak yang besar jika diwujudkan oleh seluruh sekolah negeri ini.

Dari uraian di atas kita melihat begitu pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini agar anak memilki wawasan lingkungan yang lebih luas dan diharapkan dapat peduli terhadap lingkungan di daerahnya dan tentunya siap menhadapi bencana akibat lingkungan. Dari pembahasan di atas pula kita berpikir tidak diperlukannya pendidikan lingkungan sebagai sebagai suatu pelajaran yang berdiri tersendiri. Karena bisa terintegrasi dengan bidang studi yang lain dalam bentuk model pembelajaran
tematik.

Bersih Itu Indah


Kegiatan disamping dilakukan disekolahku yang dinamai dengan "Jumat Bersih" yang diadakan setiap minggunya di sekolah saya ternyata membawa efek yang baik bagi anak karena anak menjadi terbiasa dengan kebersihan sekolahnya. mereka setiap pagi membersihkan kelas dan lingkungan kelasnya.

Ini tentunya merupakan proses yang panjang tidak hanya sekejap sehingga hal ini perlu dilakukan oleh sekolah lain yang belum melaksanakan program ini. ketika program ini saya sampaikan ke sekolah yang belum melaksanakannya maka sekolah itu tertarik dan melaksanakan program itu dan mereka percaya akan membawa efek yang berbeda dengan tanpa ada program jumat bersih. walau idealnya ada program setiap hari bersih sehingga anak akan merasa nyaman dalam belajarnya dan mereka akan membawanya ke rumahnya.

walau kadang hal ini berjalan kurang seimbang karena banyak anak yang dirumahnya tidak melakukan karena semuanya sudah di lakukan orang tuanya di ruamhnya mereka hanya tahu bersihnya saja.
namun hal iini bisa disikapi dengan cara mengkomunikasikanya kepada orang tua saat ada pertemuan dengan orang tua disekolah sehingga program dapat berjalan dengan baik

Sekolah Nyaman Belajar Senang


ini adalah foto di sekolahku yang sangat nyaman ketika musim hujan tiba. hamparan rumput hijau yang indah diiringi dengan pohon -pohion disekitar. namun menjaga keindahan ini sangat sulit ketika waktu sudah mulai siang karena anak masih ada yang membuang sampah sembarangan, sehingga menjadi pandangan yang tidak nayaman. padahal dengan sekolah namapak nyaman kita akan senang dalam belajar.

Ayo muridku mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri mulai dari sedikit kita ciptakan sekolah kita yang nyaman agar belajar jadi nyaman dan akhirnya dapat menghasilkan hasil yang memuaskan.

Tentunya untuk mewujudkan sekolah yang nyaman butuh kerjasama dari guru,murid dan komponen pendukung yang lain begitu sarana yang mencukui agar tercipta suasana naman tersbut.

Kita bisa mewujudannya dengan mengintegrasikan pendidikan karakter anak agar mencintai lingkungan dan berusaha untuk berdisiplin diri agar selalu tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman.

Mengamati Kejadian Alam


Alam yg sungguh luas ini,begitu sia-sia jk kt tdk menikmati dan syukuri, banyak cara yg bs kita lakukan. Mengamati kejadian alam yg mengalami perubahan yg kurang bersahbat dengan bencananya salah satunya. Dengan mengamati alam ini kita akan berpikir apa yg terjadi, mengapa terjadi, apa yg bs kita lakukan agar tdk terjadi lebih parah lagi.

Hal ini membutuhkan kejelian, perasaan yang mendalam bagi orang yang mau memikirkanya. Namun memang kadang kita sering melihat banyak orang yang tidak peduli dengan hal ini, dan mereka lebih memikirkan perut sendiri.

Sehingga kita melihat tidak nyamannya ketika kita ada di tempat umum seperti terminal dengan sampah yang berkeliaran dan menumpuknya kotoran, orang kencing sembarangan. MasyaAllah semoga hal ini tidak terjadi pada diri kita.


Lingkungan Sekolah yang Asri


Lingkungan sekolah yang asri ini di ambil dari depan sekolahku SMP N 1 Gabus Pati yang merupakan sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Karena di sekolah ini ada program jumat bersih setiap anak secara bergiliran untuk membersikhkan lingkungan setiap hari jumat pagi diseluruh lingkungan kelas tentuny ajuga ada waktu membersihkan disetiap hari dengan jadwal piketnya.

Dengan ada waktu sehari untuk membersihkan lingkungan sekolah insyaAlalh sekolah akan menjadi asri dan proses belajar akan menjadi lebih baik karena anak menjadi betah di sekolah. dan ini akan membuat guru enak juga dalam mengajarnya karena anak merasa nyaman dalam belajranya.

Dan kita juga bisa melibatkan anak kita dalam proses pembelajaran dengan ikut membuat lingkungan asri dengan pelajaran Biologi, PKn, IPS geografinya Bahasa Indoensia dan yang lainnya.

Sehingga kita butuh kerjasama dari semua pihak pendukung yang ada di sekolah untuk menciptakan sekolah yang asri, Ayo kita mulai dari diri sendiri dan ajak angggota sekita kita untuk mensukseskannya

Mengamati gejala kehidupan

Mengamati gejala kehidupan adalah proses ilmiah bagi anak untuk lebih mengetahui apa yang terjadi dengan alam hal ini sangat penting , Kenapa? karena anak mengetahui langsung apa yangterjadi tidak memabyangkan.

Namun sekarang IPA banyak yang hanya menjadi satra karena hanya di ajarkan dengan metode ceramah. saya pernah ikut pelatihan sekarang ada metode gaya mengajar IPA yaitu IPA sastra lkarena guru hanya bercerita tidak melakukan sikap ilmiah yang salah satunya adalah dengan mengamati.

Coba saja anak praktek anak akan meras senang denagn kegiatanini karena anak akan benar-benar mengerti mengapa ini bisa terjadi, mengapa bisa seperti itu.
yang dilanjutkna dengan menagmbil data dan menganalisisnya sehingga mereka tahu prosesnya tidak hanya langsung kesimpulannya.

Hal di atas bisa terjadi karena kemalasan guru dalam menyipakan alat dan bahan yang ada di LAboratorium atau karena memang laboratorium di sekolah memang terbatas coba saja bayangkan di sekolah saya dari 24 kelas yang ada hanya ada 1 laboratorium, belum l agi jika laboratorium di gunakan untuk pelatihan waduh ya sudah tidak jadi praktek.
namun semuanya memang proses untuk menjadi lebih b aik. pokoknya kita harus yakin dengan belajar mengamati siswa akan lebih paham dan akan tercamkan dalam pikiran anak dalam waktu yang lama di banding dengan mengaja dengan model IPA sastra.

Melatih Keberanian



Aku bisa Terbang, Ayo Kalian berani tidak!

Nah tetunya murid tidak boleh kalah dengan gurunya dalam hal keberanian ini MR. Adi melayang di udara dengan penuh beraninya. Ayo murid-muridku beranilah kalian , jangan berani berkelahi, tetapi berani membela kebenaran. Kayak hero, iya kalian harus menjadi hero buat kalian sendiri, keluarga kalian dan teman kalian.

He.. Tapi Pak widi berani nggak kayak Mr. Adi, pikir-pikir kalau dulu ndak berani sekarang harus berani kan ada pemandunya. Katakan harus berani maka akan ada rasa berani dalam diri kita, kan Allah menyukai orang yang kuat bukan orang yang lemah.

Dengan bermain seperti ini tentunya kita dapat juga lebih berani terhadap lingkungan dan diharapakan jg alebih cinta lingkungan

Green School

Belajar dari Alam

Mengajarkan anak tentang alam sejak dini akan membawa efek yang luar biasa ketika dia besar, hal ini terbukti ketika anak saya ketika kecil suka tak bawa ke sawah menanam tanaman, memberi makan ikan, dan kegiatan di sawah yang lain. sekarang anak saya lebih cinta lingkungan dia suka menyiram air ketika melihat tanaman layu dan itu dilakukan secara otomatis dia suka membuang sampah pada temaptnya dan senangnya dia banyak bertanya tentang kejadian alam yang ada.
sialhkan di coba jika anda tida,k percaya.
 
Support : Beranda |
| Copyright © 2009. GURU IPA PATI - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team