Berusaha untuk Belajar bagaimana kita harus belajar dengan penuh kesabaran, kerja keras, cerdas dan Ihklas

  • Prestasi tiada Henti

    Prestasi Tiada Henti

    Semangat untuk menjadi guru adalah ketika muridnya berprestasi, mari kita saling berlomba untuk membuat prestasi bagi negeri tercinta ini

    Read More
  • ICT dalam Pembelajaran

    ICT Dalam Pembalajaran

    Dengan teknologi hidup lebih serasi, hidup lebih mudah dan bergairah, dengan Teknologi kita lebih mandiri

    Read More
  • Pendidikan Butuh Proses

    Pendidikan Aset Masa Depan

    Berbicara pendidikan tidak ada habisnya tat kala kita mengerti dan mengetahui manusia adalah sebagai pendiddik dan murid ayo kita belajar dan belajar

    Read More
  • Pembelajaran IPA yang Bermakna

    IPA Ilmu paling Asik

    IPA adalah Ilmu Paling Asyik itulah yang kurasakan semakin aku mempelajarinya semakin aku tertarik padanya, dan aku sekarang jatuh cinta, Bagaimna dengan Anda?

    Read More
  • Pendidikan Karakter

    Pendidikan Berkarakter

    Untuk memperbaiki Negeri Ini kita butuh anak yang berprestasi, berkarakter dan berakhlak mulia

    Read More
Home » » Guru terjangkit virus "SKS" tidak deh?

Guru terjangkit virus "SKS" tidak deh?

Kadang SKS yang masih menjangkiti mahasiswa ketika mau ujian akhir, namun kadang kala gurupun juga ada yang menggunakan model ini terutama dihari hari-hari akhir setelah menjelang UAS (ulangan akhir semester) guru juga masih melakukan sistem SKS (sistem kebut semalam) untuk mengolah nilai hasil ujian (guru lola tu..). Alasannya ya klasik "Maklum kadang nilai anak-anak banyak yang di bawah KKM, walau sudah di remidi masih aja di bawah KKM". Namun jika dipikir memang benar adanya bahkan ada guru yang berkelakar "Kadang anak sudah di remidi e..kok nilainya lebih jelek dari ulangan hariannya". Jadi mereka menunggu mengolah nilai setelah melihat hasil UAS yang sebagian soalnya dibuat oleh kab/kota masing-masing, lebih standar katanya. tapi bukankah kita sudah menggunakan kurikulum Katesiape eh..KTSP?
Untuk mengantisipasi sistem SKS sebenarnya ada sedikit solusi, di sekolah saya dibuat tim pengendali mutu yang tugasnya adalah mengontrol nilai-nilai guru dan juga mengentri nilai guru. Tim pengendali mutu ini hanya bertugas untuk membantu guru agar lebih disiplin dalam mengumpulkan nilai ulangan harian, ulangan mid semester dan sebagainya. Sehingga di akhir semester guru tidak lagi melakukan sistem SKS karena nilai-nilai sudah di cicil di awal semester, namun tugas utama guru tetap yang memberikan nilai kepada anak didiknya. Dengan adanya tim pengendali mutu ini ada efeknya bagi guru lho "jadi guru malu dong", karena karena kelihatan jika nilanya masih kosong "mlompong". Selain itu dengan nilai yang menyatu pada tim pengendali mutu, kendala perbedaan nilai pada guru yang mengajar kelas pararel sama bisa sedikit teratasi, karena guru yang berbeda namun pada pararel yang sama dapat mengecek langsung nilai di Dafnilport yang dapat dilihat oleh semua guru, hal ini dirasa lebih adil karena tidak ada kelas yang dirugikan karena standar nilai yang berbeda antara guru yang satu denganyang lain .
Namun yang menjadi catatan tim pengendali mutu tadi tentunya tidak boleh mengintervensi guru dalam memberikan nilai karena itu wewenang atau hak guru dalam menilai anak didiknya. Tapi boleh juga memberikan masukkan jika nilai yang diberikan kurang seimbang dengan guru lain yang mengajar pada pararel yang sama. Catatan yang lain adalah guru bidang studi masing-masing harus memililki file nilai yang sudah diserahkan.
Boleh juga guru bidang studi memiliki file sendiri Dafnilportnya, selanjutnya baru diserahkan ke tim pengendali mutu agar guru juga tidak "manja" selain lebih mengenal teknologi atau lebih profesional katanya???
Gambar di atas merupakan contoh gambar yang dijadikan di sekolah saya untuk mengentri nilai di buat dengan aplikasi exel oleh senior saya mas Tejo namanya. Dan tentunya di sekolah Bapak/ibu Guru ada yang ahli exel bukan, ? jadi mulailah sekarang membuatnya tunggu apa lagi. Apalagi sudah dapat sertifikasi? apa hubunganya..ya..? ada yang tahu??
Semoga bermanfaat tulisan ini dan silahkan mencoba jika hal ini berguna. Terimakasih jika berkenan memberikan komentaranya
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbitkan oleh Mr-Widi

6 komentar:

Sukajiyah mengatakan...

SKS?? ndak lah... :)
kalau saya semalem nilai langsung jadi pak, soalnya sudah dicicil tiap ulangan dimasukkan datanya di daftar nilai di komputer.

Mr Widi mengatakan...

nah gini kaya bu Suka lho guru guru ..Profesional gitu lho... nggak rugi ngasih uang sertifikasi? eh belum deng ya...!

Arsyad Riyadi, S.Si mengatakan...

SKS..itu soal pilihan..hehheh..
Tapi ide pengendali mutu boleh juga..cuma aku mau mengusulkan mandan males..paling2 gak ditunjuk jadi ketuanya...hehhehehhe

Mr Widi mengatakan...

tempatku yang jadi pengendali mutu .. syarat utama bukan ahli IT tapi yang rajin and disiplin..! masalhnya jika ndak rajin wah bisa berabe...akhirnya...kelihatannya gitu..!

Ainimalia mengatakan...

SKS masih juga kadang, meski udah dicicil. banyak guru yang setor nilai mepet2. terutama yg mapelnya hari terakhir. dan di MTs kan mapelnya emang lebih banyak. udah gitu pakenya masih Raport manual. tulis tangan.. capek deeehh...

Mr Widi mengatakan...

Ya moga-moga segera aja ada kbijakan dari dinas.. Rapor diprint saja..hal ini sudah dilakukan beberapa sekolah selain lebih mudah..jika ada yang salah tingal print selesai dah..!ndak usah reporrrrt!

Poskan Komentar Anda di sini dengan baik dan sopan

Sangat kami tunggu komentarnya dengan dengan cara klik tanda panah open ID atau tulis Nama dan alamat URL/Website/Gogle + Anda (jika punya) jika tidak kosongkan saja. Tunggu konvirmasi persetujan dari Admin.

Popular Posts

 
Support : Beranda |
| Copyright © 2009. GURU IPA PATI - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team