Berusaha untuk Belajar bagaimana kita harus belajar dengan penuh kesabaran, kerja keras, cerdas dan Ihklas

  • Prestasi tiada Henti

    Prestasi Tiada Henti

    Semangat untuk menjadi guru adalah ketika muridnya berprestasi, mari kita saling berlomba untuk membuat prestasi bagi negeri tercinta ini

    Read More
  • ICT dalam Pembelajaran

    ICT Dalam Pembalajaran

    Dengan teknologi hidup lebih serasi, hidup lebih mudah dan bergairah, dengan Teknologi kita lebih mandiri

    Read More
  • Pendidikan Butuh Proses

    Pendidikan Aset Masa Depan

    Berbicara pendidikan tidak ada habisnya tat kala kita mengerti dan mengetahui manusia adalah sebagai pendiddik dan murid ayo kita belajar dan belajar

    Read More
  • Pembelajaran IPA yang Bermakna

    IPA Ilmu paling Asik

    IPA adalah Ilmu Paling Asyik itulah yang kurasakan semakin aku mempelajarinya semakin aku tertarik padanya, dan aku sekarang jatuh cinta, Bagaimna dengan Anda?

    Read More
  • Pendidikan Karakter

    Pendidikan Berkarakter

    Untuk memperbaiki Negeri Ini kita butuh anak yang berprestasi, berkarakter dan berakhlak mulia

    Read More
Home » » Ada masalahkah jika Buku LKS di hapus?

Ada masalahkah jika Buku LKS di hapus?


Buku LKS memang sangat dibutuhkan siswa, apalagi guru yang memang sangat bergantung dengan Buku LKS karena mereka tidak lagi membuat LKS yang sangat dibuthkan siswa. dia hanya menggunakan LKS yang sudah tersedia.



Namun disisi lain memang permasalahannya adalah dengan adanya LKS tentunya akan memberikan beban bagi siswa yang tidak mampu untuk membelinya sehingga seperti yang terjadi di kota batam orang tua keberatan dengan pungutan LKS itu. sehingga Kepala Dinas Pendidikan (disdik) Kota Batam Muslim Bidin akhirnya bersikap. Ia memutuskan untuk menghapuskan penggunaan LKS yang dinilai membebani siswa. Alasan lain juga dengan pemberlakukan LKS itu hanya akan menghambat kreatifitas seorang guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. (Batam.pos)

Memang dilihat ada benarnya yang dikatakan Kadinas Batam. Kita yang menggunakan LKS kadang cuma mengikuti halaman perhalaman LKS tersebut walaupun kita sudah membuat RPP yang RPP tidak sesuai dengan LKS. Dengan alasan anak lebih mudah dipelajari, karena sudah termuat ringkasan materi. Walau dengan hal ini mereka tidak banyak membaca buku lebih banyak.

Di lain pihak Buku LKS ini kadang dibuat oleh tim Guru ditingkat kabupaten masing-masing sehingga dapat digunakan sebagai media menulis guru, selain itu kadang buku LKS ini juga digunakan sebagai roda jalannya MGMP karena laba penjualan yang digunakan digunakan sebagai roda berputarnya kegiatan MGMP di kabupaten tersebut.  Dan menurut saya untuk kasus ini tidak ada masalahnya, karena jka yang mmebuat adalah guru di tingkat kabupaten tentunya kwalitas buku  tentunya juga menyesuaikan dengan kondisi sekolah atau kabupaten masing-masing. 

Kembali lagi ke permasalahan sekarang Ada masalahkah jika Buku lKS di Cabut, mungkin bermasalah bagi ereka yang selalu bergantung dengan LKS  dan menggunakaannya sebagai patokan untuk mengajar, namun tidak juga menjadi masalah bagi mereka yang mampu mensikapi dengan bijak dan kreatif, dengan kata lain banyak jalan menuju roma begitu juga dengan  hasil belajar yang memang membutuhkan sebuah proses yang panjang tidak instan, dan  semuanya tadi tergantung siapa dan bagaimna mensikapinya. Dan  kembali kepada pribadi guru masing-masing dalam menggunakan buku LKS jika kemanfaatannya lebih sedikit dibanding dengan kerugiaanya ya setujulah di hapus. namun jika sebaliknya ya sebaiknya dipertahankan.

Salam Pendidikan dari Guru IPA Pati, dan tetap semangat untuk mengajar dan belajar par Guru di Indoensia.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbitkan oleh Mr-Widi

8 komentar:

rusydi hikmawan mengatakan...

ya di kabupaten saya ada LKS yang dicetak bersama, tapi gak serta merta guru2 memakainya, karena itu tergantung kebutuhan dan kreatifitas guru saja ya

agusbg mengatakan...

saya rasa tidak akan ada masalah... tentu gurunya yang harus kreatif, karena LKS bagi sebagian guru sebagai bisnis juga (karena saya punya teman guru seperti itu)..

Mr.Widi mengatakan...

@agusbg Memnag tidak ada masalah Bapak untuk guru.. kadang yang jadi masalah jika LKS itu dibuat MGMP yang uangnya untuk kegiatan MGMP

Ayudya Ari Wahyuni mengatakan...

Dilematis juga ya pak. Sbtulnya banyak guru2 kreatif dinegeri qt, tapi kl ga didukung dg sarpras yg memadai ttp aja ga tertuang ide kreatifnya. PR bt negeri qt.

Mr Widi mengatakan...

@rusydi hikmawan Iya pak rusdi di Kap Pati khusunya IPA juga menggunakan LKS dari kabupaten hasil karya guru-guru IPA kab pati..sayang jika tidak digunakan karena sudah menjadi pengemabngan di tingkat kabupaten.. kadang jika membuat sendiri belum tentu kwalitas lebih bagus dari yang dibuat oleh tim..

Rokhmad Astika Triprasetia, S.Pd mengatakan...

Setuju sekali, saya tidak pernah memakai LKS, saya buat sendiri modul2 modul / hand out untuk siswa. Di daerah saya LKS lahan bisnis, 2 ribu per exp dijual 6 ribu, bahkan ada MGMP yang bisa piknik ke BALI, dari keuntungan jualan LKS...

guru honor mengatakan...

saya pribadi lebih memilih dan sangat setuju jika buku LKS dihapuskan..
karena selain memberatkan siswa buku lks juga tidak membentuk guru kreatif..
materi yang sudah dirangkum membuat banyak guru dengan mudah hanya menggunakan referensi lks itu saja

Slamet Widiantoro mengatakan...

@guru honor tapi kebanyakan guru juga merasa terbantu saat guru tidak memiliki bahan yang cukup banyak dan kehabisan materi atau untuk pengayaan ..bagaimana dengan pendapat ini ?

Poskan Komentar Anda di sini dengan baik dan sopan

Sangat kami tunggu komentarnya dengan dengan cara klik tanda panah open ID atau tulis Nama dan alamat URL/Website/Gogle + Anda (jika punya) jika tidak kosongkan saja. Tunggu konvirmasi persetujan dari Admin.

Popular Posts

 
Support : Beranda |
| Copyright © 2009. GURU IPA PATI - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team