Berusaha untuk Belajar bagaimana kita harus belajar dengan penuh kesabaran, kerja keras, cerdas dan Ihklas

  • Prestasi tiada Henti

    Prestasi Tiada Henti

    Semangat untuk menjadi guru adalah ketika muridnya berprestasi, mari kita saling berlomba untuk membuat prestasi bagi negeri tercinta ini

    Read More
  • ICT dalam Pembelajaran

    ICT Dalam Pembalajaran

    Dengan teknologi hidup lebih serasi, hidup lebih mudah dan bergairah, dengan Teknologi kita lebih mandiri

    Read More
  • Pendidikan Butuh Proses

    Pendidikan Aset Masa Depan

    Berbicara pendidikan tidak ada habisnya tat kala kita mengerti dan mengetahui manusia adalah sebagai pendiddik dan murid ayo kita belajar dan belajar

    Read More
  • Pembelajaran IPA yang Bermakna

    IPA Ilmu paling Asik

    IPA adalah Ilmu Paling Asyik itulah yang kurasakan semakin aku mempelajarinya semakin aku tertarik padanya, dan aku sekarang jatuh cinta, Bagaimna dengan Anda?

    Read More
  • Pendidikan Karakter

    Pendidikan Berkarakter

    Untuk memperbaiki Negeri Ini kita butuh anak yang berprestasi, berkarakter dan berakhlak mulia

    Read More
Home » , » Kendala penggunaan MPP dan MPI di sekolah

Kendala penggunaan MPP dan MPI di sekolah


Pada suatu saat saya ketemu seorang peserta lomba MPI (Multimedia Pembelajran Interaktif) Di sana saya berbincang-bincang tentang penggunaan MPI ini di sekolah.

Saya : “ apakah media Bapak sudah digunakan di kelas atau anak didik bapak”
Teman : “ Boro-boro digunakan lha LCD Cuma satu digunakan sama senior melulu, komputer disekolah kadang macet yang hidup Cuma beberapa, ya Cuma untuk koleksi saja siapa tahu entar berguna”
Teman lain : “ sama ya....lha saya ngajardi sekolah kampuoeng.... boro –boro punya laptop nyekel komputer aja jarang ? jika digunakan mah gurunya aja yang stres karena banyak pertanyaan sana sini”
Saya : “ Oh gitu ya.. apa kemungkinan disekolah lain juga sama ya?”
Teman : “ kali sama kendalanya..? kali pakai giutuan cocoknya di sekolah kota kali”
Teman lain: “ jangan pesimis suatu saat pasti berguna bagi kita atau murid kita, semua butuh proses, yang penting usaha, ndak ada salahnya tho?”
Saya : “Betul....betul, terus berkarya selagi muda pasti menikmati enak ketika tua” pikirku dalam hati.

Nah itulah seklumit cerita yang menjadi kendala penggunaan MPI dan MPP masalah klasik yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai di sekolah, atau kemampuan daya beli masyarakat kita terhadap teknologi, walaupun mereka motornya bisa bagus-bagus ketika lebaran namun mereka tidak bisa membeli media komputer yang mereka anggap tidak begitu penting, karena mereka jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan.

Sebenarnya masih ada kendala lain,yaitu malasnya guru dalam membuat media pembelajran, nah ini mungkin hal ini membuat pengambil kebijakan juga jadi enggan untuk memenuhi fasilitas sekolah. Guru sering berdalih dengan seribu alasan dari mulai repot, kesulitan mengggunakan tekonologi dan seabrek alasan lain.
Dengan alasan klasik ini tentunya kita tidak mudah untuk membuat renovasi dalam sekolah kita kalau kita tidak mulai dari dalam diri kita mengubahnya, nah jika kita sudah memulainya dan sudah ada hasilnya suatu saat pasti akan menular ke teman kita, jika teman kita sudah tertular dan sistem sudah terbentuk saya rasa tidak alasan lagi pengambil kebijakan untuk ogah-ogahan memenuhi anggaran untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai seorang guru.
Tentunya masih banyak kendala lain yang Bapak/ibu guru bisa share di sini. Walau ini semua tidak mudah tentunya kita harus yakin bisa dan perlu kita coba-dan coba, dengan semoboyan “ Mulai dari diri kita sendiri InsyaAllah kita suatu saat akan menikmati”.


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbitkan oleh Mr-Widi

6 komentar:

Mr.Widi mengatakan...

janganpatah semangat tetap harus semangat..!

mieft mengatakan...

wah.. blog e apik pa'...

Mr Widi mengatakan...

matursuwun kang... mift.. ! semoga bermanfaat..bagi banyak orang akan jadi amal... Amiin!

Choirul Anam mengatakan...

Keadaan tersebut hampir sama di semua daerah. Penyebabnya bisa dari stakeholder sekolah, dan bisa juga dari pribadi guru sendiri.
Kalau stakeholder tidak faham manfaat komputer, yaaaa mau apa lagi? karena tidak ada kebijakan yang mengarah ke pengembangan pemanfaatan ICT untuk pembelajaran.
Dari sisi guru, banyak yang menganggap bahwa kebutuhan komputer/laptop adalah kebutuhan yang tidak penting atau mendesak. Sehingga dikalahkan oleh kebutuhan ganti motor/mobil baru atau mempercantik rumah. Ini sangat memprihatinkan lagi bila hal ini terjadi pada furu yang sudah menyandang predikat "Guru Profesional", yang jelas-jelas penghasilannya sudah mencukupi.
Itu dulu komentar saya, terima kasih

Mr Widi mengatakan...

wah .. panjang banget komentarnya pak...tapi terimakasih... tapi memang betul adanya pak seperti itu... Ya tadi pak mulai diri dari yang dekat.. dari yang mudah .. insyaAllah pada ketularan..!

Dwi Setyaningsih mengatakan...

setuju pak,
tetap semamgat..

Poskan Komentar Anda di sini dengan baik dan sopan

Sangat kami tunggu komentarnya dengan dengan cara klik tanda panah open ID atau tulis Nama dan alamat URL/Website/Gogle + Anda (jika punya) jika tidak kosongkan saja. Tunggu konvirmasi persetujan dari Admin.

Popular Posts

 
Support : Beranda |
| Copyright © 2009. GURU IPA PATI - All Rights Reserved
Template Modify Mr.Widi | mastemplate
Proudly powered by Blogger Team